Posted by: eswee | April 13, 2008

Menghitung hari…Ujian Nasional.

Ujian Nasional tinggal menghitung hari. Semakin dekat hari H, jantungku semakin deg-degan, hatiku terasa sesak, dan tulangku terasa bergetar. Duh kayak aku yang bakal menjalani ujian. Aneh2 aja. Padahal anak-anak didikku yang bakal menjalaninya masih santai-santai aja. Kok yang panic aku ya?


taken from Adam Baron_theshyster

Mungkin memang benar ini Ujian gak cuma buat anak-anakku tapi juga aku. Hasilnya nanti tidak cuma menunjukkan hasil belajar anak tapi juga hasil mengajarku. Waduh…aku gak sanggup pasang muka rasanya. Malu nian hati ini meliat 2X hasil Ujicoba UN kemarin. Jeblok abis..bis..bis. Kelulusan hanya sampai dari hitungan jari tangan, mencapai jari kaki aja enggak bisa gimana nich. Maafkan Ibu gurumu ini ya nak yang ga becus mengajarnya. Sempat terlintas dipikiranku tuk nyari pekerjaan lain saja, karena kupikir aku tidak cukup competent mengajar. Mau banting stir aja lah kalo dah cukup modal usaha.

Setiap habis mengajar aku selalu bertanya-tanya pada diriku, apa ya yang sudah didapat anakku dari pelajaran hari ini. Mereka emang kadang kalo sempet kusuruh menyimpulkan pelajaran hari itu, tapi tidak selalu selalu sech, karena mereka kalo sudah dengar bunyi bell tidak mau telat istirahat ato pulangnya. :( Dan coba saja tanyakan kembali pelajaran itu besok pagi, pasti jawaban mereka banyak yang ngaco..malah kadang hanya dijawab dengan kesibukan mereka membalik-balik lembar halaman buku mereka. Kenapa ya bisa begini?

Menyalahkan mereka yang motivasi belajarnya yang nyaris nol..rasanya kurang bijak. Walaupun faktor motivasi itu sangat penting. Aku ingat kata seorang tutorku kamu tidak bisa membuat siswamu belajar. Yang bisa dilakukan bagaimana memotivasi mereka untuk belajar. Wew..secara dech..to motivate the unmotivated. Berat kalee.. Untuk melakukannya dibutuhkan seorang guru yang kreatif dan pinter memotivasi. Nach itu yang tidak kemampuan itu yang tidak kupunya. Apa musti belajar ama Tung Warigin ato James Kwee ya?

Yang Pasti ada 1 cara yang mumpuni..ini nasehat Dosenku, Pak Karyono Ibnu Ahmad. (Terima kasih bapak) 1. Perbanyak minta ampun sama Allah; 2. Perbanyak sholat malam dan 3. Perbanyak baca Al Quran. Jujur, aku masih banyak banget dosanya..mana yang 3 itu masih ngutang-ngutang lagi. :^) lengkap banget kan. Memalukan memang. Rasanya itulah jawaban kenapa mengajarku belum berhasil. Karena aku juga belum bisa jadi teladan buat diriku sendiri, gimana mau suksek mendidik anak-anak kalo aku aja masih menjadi orang yang merugi. (Astaghfirullah..ampunilah hamba ya Allah)

Untunglah sekolahku masih ada teman-teman guru lain yang lebih kreatif, sekarang mereka membimbing anak-anak untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah, membaca Al Qur’an, Sholat malam dan mengunjungi makam para aulia Allah dan kegiatan religius lainnya. Semoga Allah menerangkan hati dan pikiran anak-anak didikku. Amin


Responses

  1. Salam kenal bu.

    Ngajar dimana dan mapel apa bu? Tentang UN nggak perlu dicemaskan. yg penting kita sdh berusaha. persoalan ada yg gak lulus kita serahkan pada Allah.

    Sbg guru mapel UN, perasaan cemas itu pasti ada. motivasì ke anak sambil mempelajari skl dan memahami model soal merupakan langkah terbaik. saya kira apa yg telah ibu lakukan sudah tepat.

    ok. ada waktu sempatkan mampir ke http://zulmasri.wordpress.com

    “Terimakasih ya pak. Salam kenal juga. Dengan senang hati saya akan mampir ke blog bapak.”

  2. wah , postingannya sama judul sama pak zulmasri ya
    dont worry bu , itu menunjukkan kekompakan kita bukan persaingan
    setuju ?

    malah seneng dech jadi punya temen bertukar pikiran dan saling menyemangati ya kan?


Leave a response

Your response:

Categories