Posted by: eswee | April 25, 2008

Pelajaran sehabis UN…

Trenyuh juga melihat laporan metro TV tadi, 5 guru tersangka melakukan kecurangan dalam UN. Menurut peraturan yang baru mereka akan kena hukuman sesuai dengan tindakan.

Aku tidak kenal mereka, tapi sesama profesi aku merasa sedih melihat teman sesama guru tertimpa masalah seperti itu. Aku tidak juga membenarkan tindakan mereka, tapi kok UN jadi begini ya? Maksud hati pemerintah meningkatkan mutu pendidikan, namun hasilnya bukan peningkatan kualitas pendidikan yang membaik malah kecurangan dalam pendidikan yang meningkat.

Jadi ingat dengan siswaku sendiri. Aku merasa sangat tegang ketika anak-anakku menjalani UN. Sampai-sampai aku mau menangis rasanya ketika ada teman pengawas yang menangkap basah salah seorang anakku yang ketauan punya catatan kecil berisi jawaban. Aku tau teman pengawas itu sudah melakukan tugasnya dengan benar. Sedangkan anakku itu sudah melakukan kecurangan. Tapi entah kenapa tetap saja aku mencemaskannya. Jadi kepikiran bagaimana perasaanya…tertekankah? takutkah? malukah? apa dia masih bisa berkonsentrasi dengan ujiannya? Apa dia masih bisa berpikir bagaimana menjawab soal ujiannya? tanpa terasa mataku basah. Duhai anakku, kenapa kamu tidak mematuhi pesan guru-gurumu? Untuk tidak mencontek. Ah..nasibmu nak..nak…

Siapa sih guru yang tidak pengin siswanya berhasil. Itu kan kebanggaan semua guru kalau siswanya berhasil. Tapi aku tidak mau hati dan pikiranku harus dibutakan untuk mendapatkan kebanggaan itu?
Terpikir olehku kalau aku melakukan kecurangan itu sama artinya aku menjerumuskan anak-anakku kedalam jurang kecurangan.. Menanamkan benih-benih..kolusi dan korupsi. Aih..betapa mengerikannya.
Itu sama artinya aku mengajari mereka menjadi generasi yang pandai berkolusi dan korupsi. Begitu semangatnya jari telunjukku menunjuk hidung para koruptor, tapi tidak ku sadari keempat jari sisanya mengarah kemana? Ke diriku sendiri. Astaghfirullah. Ya Allah hindarkan aku dari tindakan itu.

Mudah-mudahan sehabis UN kita mendapat pelajaran yang berharga. Walaubagaimanapun, guru, yang digugu dan ditiru, maka harus berhati-hatilah dalam bertindak agar tidak menyesatkan anak didik. Namun, guru juga manusia, tidak luput dari kesalahan dan kealpaan tentunya, dan yang salah bukan berarti jahat dan tidak bisa berubah menjadi baik. Tentu sudah sepatutnya dengan kesabaran dan kearifan kita saling menjaga dan mengingatkan. Bukankah begitu? Allahu Alam.


Responses

  1. Kebanyakan kita ribut menyoal UN hanya menjelang, saat, dan usai pelaksanaanya saja. Setelah itu, kembali tenggelam dalam rutinitas. Padahal, jika ingin menyiapkan agar siswa-siswa kita dapat mengikuti UN dengan jalan yang benar, awal tahun pelajaran lah langkah start-nya.

    Siswa, sih, tergantung kita, guru-gurunya saja.

    Tabik!

  2. lagi lagi pertanyaan salah siapa dosa siapa… guru kena getahnya siswa tidak lulus pemerintah dituntut meningkatkan kwalitas, guru merasa gajinya kurang dan kurang, sertifikasi dengan tujuan meningkatkan mutu pendidik ada pro dan kontra…………………….salah siapa dosa siapa, semuanya benar semuanya tidak salah …………….. tapi pak guru termasuk orang mulia semangatlah guruku semangatlah mendidik siswanya, rawe-rawe rantas, malang malang tuntas, …. jangan takut di hukum ataupun dikeluarkan… masih banyak calon calon guru pengganti………….. semangatlah guru……… untuk mencari kebenaran memang sulit karena lebih mudah mencari siapa yang salah………… akulah yang salah akulah yang salah….. bukan guru, bukan pemerintah dan bukan siswa bukan pula orang tua, ataupun lingkungan, YANG SALAH ADALAH AKU…. AKULAH YANG SALAH… JANGAN SALAHKAN SIAPAPUN…….. MERDEKA GURUKU….MAJULAH NEGARAKU….SEMANGATLAH PARA PELAJAR…..BERJUANGLAH kita jalani sandiwara hidup ini sesuai perannya masing masing…………..

  3. AKU YANG SALAH BUKAN KAMU
    AKU TANG KHILAF BUKAN KAMU

    AKULAH YANG SALAH BUKAN KAMU
    AKU YANG BODOH BUKAN KAMU
    AKU YA AKU
    EKAPRATIWI PRIHATIN DIRUNDUNG SALAH DAN DOSA……………….. bukan kamu!!!

  4. Moga deh ….
    memang klo ngga ditinggiin tuh nilai rata2 UN, g bakal maju2…
    dsini aja klo ngga lulus, yaa ngga lulus, g ada ujian susulan…..

    jadi semua pelajar harus serius and super serius……
    terlihat di mesir, sebulan sebelum ujian, tempat keramain sudah sangat sepiiiii……….

    tinggal ngadapin aja lagi….:))
    lagi musim ujian jg nih :) doain yaa^,^

  5. betul banget
    semoga tidak terulang lagi , minimal bisa dikurangi demi kemajuan bangsa

  6. Alhamdulillah sdh selesai ya bu. kalau anak SMP baru Senin 5 Mei. Mohon doanya juga ya bu. Trims

  7. trimakasih komennya. wah ini ibu guru ya?


Leave a response

Your response:

Categories